Jika anda mengenal Bandung sebagai kota wisata kuliner, maka awal tradisi kuliner Bandung tidak bisa dipisahkan dengan salah satu perintisnya, Bandoengsche Melk Centrale, biasa disingkat BMC. One of Bandung’s Heritage.
Bandoengsche Melk Centrale (BMC), salah satu bagian dari kota Bandung tempo dulu yang mampu bertahan dan berkembang hingga kini. Sesuai dengan namanya, perusahaan ini bermula sebagai pusat susu Bandung. BMC berdiri di akhir tahun 1928. Sebagai badan koperasi, BMC beranggotakan para peternak sapi perah dan pengusaha susu di Bandung dan sekitarnya. BMC adalah koperasi susu pertama yang menerapkan manajemen modern dan peralatan pabrik pengolahan susu berteknologi tinggi di zamannya. Sejak berdiri, BMC adalah satu-satunya koperasi pusat pengolahan susu dan termodern di Hindia Belanda, karena sudah melakukan pengolahan susu dengan sistem pasteurisasi.Pada tahun 1938 terdapat 22 usaha pemerahan susu dengan produksi 13.000 liter susu per hari. Semua hasil produksi susu tersebut ditampung oleh Bandoengsche Melk Centrale untuk diolah (dipasteurisasi dan dikemas) sebelum disalurkan kepada para pelanggan di dalam maupun luar kota Bandung.
Tidak salah bila Direktur BMC saat itu berkata:
“Vergeet U niet, dat er in geheel Nederlandsch Oost-Indie slechst een Melk centrale is, en dat is de Bandoengsche Melkcentrale !”
(“Anda jangan lupa, bahwa di seluruh Hindia Belanda ini hanya ada satu Pusat Pengolahan Susu, dan itu adalah Bandoengsche Melk Centrale!”
Konsisten dalam menjaga kualitas produk dan profesionalisme membuatnya bisa berkembang hingga menjadi berbagai bidang usaha. Saat ini BMC sudah berkembang ke dalam berbagai bidang usaha makanan & minuman, di antaranya:
- Restaurant
- Pastry & Bakery
- Catering
- Mineral Bottled Water (AMDK)
- Milk Processing
BMC saat ini merupakan divisi industri makanan minuman dari PT. Agronesia. Sebagai perusahaan holding milk pemerintah daerah propinsi daerah tingkat 1 Jawa Barat, PT. Agronesia memiliki kegiatan usaha meliputi industri, pembangunan, perdagangan,dan jasa.



